Total Tayangan Halaman

Minggu, 30 Oktober 2011

A Father's Love - Grab The Tissues - Inspirational Videos


It can be impossible to truly comprehend just how deep the father's love for her is, but every now and then, a great reminder will come along to allow us to catch a glimpse. This video paints a perfect picture of his unconditional love and grace for her. While she was selfish, undeserving and sinful children, the father still love her so much, He would die for her. Grab the tissues--this video will touch you deeply.

This video is from a Thailand.

Senin, 18 April 2011

Air Asia case


BACKGROUND
Pada tahun dua ribu lima,  India masuk kedalam  kategori lima besar negara berkembang tercepat. Hal ini dikarenakan meningkatnya  secara pesat jumlah business man, industry dan cracker yang terdapat di India. Selain itu sarana transportasi di India, khususnya transportasi udara berkembang sangat pesat karena tingginya kegiatan  mobilitas warga india.
             Di karenakan tingginya kegiatan mobilitas warga india,  maka akan berdampak pada permintaan pilot yang meningkat secara drastis. Sehingga harus diantisipasi dengan sumber daya manusia yang ada. Tetapi pada kenyataannya tidak dapat diimbangi dengan kesiapan sekolah - sekolah penerbangan di India sehingga banyak pilot yang mendapatkan lisensi penerbangan palsu.
            Kasus pemalsuan lisensi penerbangan  ini terbongkar saat terdapat sejumlah pilot yang melakukan pendaratan yang buruk. Hal ini tentu saja sangat mengganggu kenyamanan terbang para penumpang. Setelah berkali kali mendapat laporan dan keluhan dari konsumen Air India, maka  pihak otoritas India pun melakukan pemeriksaan terhadap hal ini dan ditemukan fakta bahwa beberapa pilot tersebut menggunakan dokumen palsu dalam mendapatkan izin terbangnya.
            Sedikitnya empat belas orang pilot dari maskapai penerbangan komersial, termasuk Air India, Indigo, dan SpiceJet, telah ditahan oleh otoritas setempat. Penahanan ini dilakukan usai dilakukannya razia izin terbang terhadap ribuan pilot yang ada.
            Pihak otoritas setempat telah memeriksa buku catatan instruktur pada sekolah penerbangan yang telah memberikan lisensi penerbangan kepada keempat belas pilot tersebut dan menemukan temuan mengejutkan. Dari buku catatan tersebut, ditemukan fakta bahwa para pilot yang ditangkap baru menjalani pelatihan penerbangan selama lima puluh sampai enam puluh jam. Padahal sesuai standart operational procedure  (SOP), seorang pilot haruslah menyelesaikan pelatihan penerbangan selama minimal dua ratus jam untuk bisa mendapatkan izin terbangnya.
            Bahkan Dirjen penerbangan sipil India Mr. Bharat Bhushan mengatakan karena maraknya kasus-kasus pemalsuan lisensi penerbangan, maka  Departemen Perhubungan India akan memeriksa ulang surat izin terbang empat ribu pilot.
            Hal ini bedampak pada hilangnya rasa kepercayaan para konsumen kepada maskapai - maskapi penerbangan di India. Warga India lebih memilih menggunakan jasa maskapai penerbangan asing karena keamanan serta kenyamanannya lebih terjamin, selain itu maskapai penerbangan asing hampir pasti hanya akan menggunakan jasa pilot pilot berkualitas.

OBJECTIVE
            Kecelakaan yang terjadi pada Maskapai Penerbangan Air India adalah dikarenakan Human Eror. Dimana terdapat banyak pilot-pilot yang mengoperasikan pesawat tidak sesuai dengan prosedur penerbangan. Ternyata kecelakan yang terjadi akhir-akhir ini setelah diteliti kebenarannya adalah dikarenakan Human Error, bukan karena kesalahan dari pesawat itu sendiri.
            Setelah dilakukan pemeriksaan, kami mengumpulkan seluruh pilot Air India untuk diperiksa kembali. Ternyata, setelah pemeriksaan kepada seluruh pilot tersebut, ditemukan begitu banyak pilot yang tidak mempunyai ijazah resmi dari sekolah penerbangan mereka sebelumnya.
            Mereka memalsukan ijazah mereka tersebut agar mereka bisa cepat lulus dari sekolah penerbangan mereka. Hal itulah yang mengakibatkan begitu banyak pesawat yang mengalami kecelakaan, karena pilot-pilot tersebut tidak lulus dengan baik tentunya mereka belum menguasai sepenuhnya atau belum menguasai dengan baik tentang penerbangan dan pengoperasian pesawat.
            Banyak hal yang memicu mereka melakukan pemalsuan ijazah tersebut. Yaitu, mereka ingin cepat-cepat lulus dari sekolah penerbangan mereka, dan untuk cepat-cepat mendapatkan pekerjaan. Kami sebagai PR dari Maskapai penerbangan ini, harus mengatasinya.
            Hal yang kami lakukan sebagai PR dari Air India untuk mengurangi terjadinya kecelakaan pesawat adalah seperti berikut:
ü  Mengumpulkan semua pilot-pilot Air India
ü  Memeriksa kembali pilot-pilot Air India untuk dibuktikan keabsahan dari ijazah mereka tersebut
ü  Di test uji kembali tentang bagaimana mengoperasikan pesawat dengan sesuai prosedur penerbangan
ü  Dilatih secara fisik dan mental guna untuk memperkuat fisik dan mental mereka
ü   Dikarantina kembali dalam mempelajari tentang pengoperasian pesawat dan penerbangan
ü  Pilot-pilot yang terbukti tidak sah atau mempunyai ijazah palsu, mereka akan dikeluarkan dari Air India
ü  Bukan untuk Pilotnya saja yang kami periksa, seluruh bagian-bagian dari pesawat juga akan kami periksa untuk memeriksa kembali bagian-bagian mana saja yang sudah tidak layak pakai, semuanya akan kami periksa kembali
ü  Perusahaan kami juga akan bekerja sama dengan pihak-pihak yang terkait untuk memperhatikan masalah ini, yaitu dengan selalu mengawasi sistem-sistem yang berlaku.
            Semoga dengan ini kecelakaan yang terjadi pada kecelakaan pesawat khususnya Air India bisa berkurang, atau semoga tidak terjadi kasus seperti ini lagi.












PR STRATEGY
Strategi yang digunakan memiliki langkah – langkah yang harus dilakukan secara urut demi mengembalikan citra dan nama baik Air India, seorang praktisi PR dituntut untuk bereaksi secara cepat tanpa menunda – nunda waktu karena setiap menitnya informasi mengenai isu/ kasus jelas cepat beredar dan kita tentu tidak ingin media massa terlalu berspekulasi karena kurangnya komunikasi dengan jurnalis.
Langkah – langkah yang harus dilalui meliputi :
-          Stimulate ( stimulasi )
-          Search ( mencari dan beraksi )
-          Transform ( merubah opini public )
-          Recognize ( kenal dengan image baru )
-          Inspire ( inspirasikan kepada khalayak )

  1. Stimulate
       ( - ) permasalahan yang terangkat hingga ke publik tentunya akan membuat cemas konsumen yang biasanya menggunakan jasa Air India dan berpotensi membuat bangkrut perusahaan. Awal kejatuhan karena rasa tidak percaya akan keamanan dan masyarakat akan lebih memilih menggunakan jasa maskapai yang lain sehingga penjualan tiket menurun sekalipun kita merupakan Airlines tertua di India.
      ( + ) issue yang beredar memang negative akan tetapi bila dapat diputar balikan keraguan publik maka keuntungan besar untuk perusahaan karena tahap awal untuk mencari perhatian public telah berhasil walau dengan cara yang kurang baik, namun segala sesuatu bisa ditutupi dengan strategi dan komentar yang tepat. Seperti halnya kasus maskapai penerbangan Garuda Airlines ketika pesawat mereka jatuh tentu membuat takut penumpang sekalipun mereka maskapai ternama di Indonesia, dengan membesarkan pilot yg berhasil melakukan pendaratan darurat secara aman mereka menonjolkan sisi heroic pilot mereka melalui surat kabar dan media massa lainnya justru membuat garuda semakin popular di mata maskapai Internasional. Kasus mereka cukup mengkhawatirkan dimana kredibilitas atau kelayakan mesin pesawat dipertanyakan tetapi seperti yang saya katakan bahwa dengan strategi dan komentar yang tepat semua dapat teratasi, dan itulah yang juga akan kami laksanakan.
  1. Search
-          Mengecek ulang izin seluruh pilot.
-          Mengundang Ketua Komisi Transportasi UE Mr. Jacques Barrot dan ketua persatuan maskapai penerbangan USA Mr. Glenn titon untuk memverifikasi pilots Air India serta memberi sertifikat kepada para pilot air india yang telah lulus verivikasi
-          Mengadakan press conference dan hanya mengundang jurnalis yang memang merupakan mitra Air India.
Potensi dramatical
-          Memberi jas merah kepada pilot yang telah lulus verivikasi agar ada point pembeda.
-          Bekerja sama dengan bollywood unutk membuat film bertemakan “pilot berjas merah”

  1. Transform
Merubah pola pikir atau opini public dengan ide memberikan jas merah kepada mereka yang telah diverifikasi merupakan langkah yang kami harapkan dapat menjadi symbol yang iconic kepada masyarakat. Jas merah pada pilot seakan menjadi hal yang akan selalu diingat oleh konsumen penerbangan di Airlines apapun yang mereka gunakan jasanya, sehingga saat mereka tidak menggunakan Air India dan melihat pilot yang lain tidak menggunakan jas merah, mereka akan bertanya dalam hati apakah mungkin pilot – pilot ini telah di cek ulang surat izin pilotnya seperti Air India, dan secara tidak langsung membalikan keraguan mereka kepada maskapai penerbangan lain yang dulu mereka miliki pada Air India, bahwa segalanya mungkin terjadi dimana Error yang dulu terjadi pada Air India mungkin juga dapat terjadi pada maskapai – maskapai penerbangan lain.


  1. Recognize
Tahap pengenalan atau cara agar masyarakat dapat menangkap pesan, maksud dan tujuan dari jas merah tentu tidak akan mudah bila hanya mengandalkan press conference yang dicatat jurnalis sebagai mediator dan diterbitkan Koran dalam media cetak, tetapi kita membutuhkan periklanan dan mungkin hal yang lebih seperti layar lebar misalnya.
Perikalanan menurut kami dengan mengganti tag line atau slogan Air India, dikarenakan latar belakang pilot yang bermasalah maka kita harus mengganti slogan maskapai penerbangan dengan bunyi “ Air India, Fly with safe pilots “ disertakan dengan iklan yang memuat seorang lelaki yang menggunakan jas merah didalam pesawat dengan background perjalanan di udara.
“Let everyone know what the best stories”
- Bekerjasama dengan bollywood untuk  membuat  film yang berjudul pilot      berjas merah.
- Bercerita tentang  kemauan, kerja keras dan usaha seorang anak kecil untuk
menjadi pilot berjas merah dengan segala konflik didalamnya.
            - Membuat image untuk exclusivitas jas merah
            - Memanfaatkan word of mouth
Seperti halnya film “catch me if you can”. Yang diceritakan bersangkutan dengan pilot tanpa lisensi di Air India dan pada akhir cerita kita mengangkat alur bahwa Air India memiliki pilot – pilot yang sah sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran khalayak.

  1. Inspire
Jadikanlah ini sebagai sebuah inspirasi kepada anak – anak dan masyarakat bahwa Air India maskapai yang bertanggung jawab kepada rasa keamanan customer.


“Storytelling Makes Messages Memorable”
  Tools :   Media massa                                                                                                                          MediaSocial                                                                                                       Bollywoodmovie                                                                                                                      
Word of mouth

RESULT
            Dengan menstimulasi kelebihan dan kekurangan dari upaya pengembalian nama baik tentu memiliki hikmah walau membutuhkan tahap atau waktu yang cukup lama dengan reaksi kami yang memverifikasi pilot serta mengundang beberapa orang penting memberikan perubahan dalam image Air India yang bertanggung jawab, melalui press conference dengan bantuan para jurnalis yang memasukan tulisan mereka di media cetak pasti memberikan suatu informasi yang berguna bagi masyarakat dimana pada akhirnya kami yang menikmati kembali nama baik dan efektifitas PR program kami, disertai transformasi pilot menggunakan jas merah yang kami wacanakan dalam film yang mungkin di buat oleh bollywood akan membuat turning point atau timbal balik klimaks kepada citra perusahaan dengan melengkapi slogan baru Air India “ Air India, fly with safe pilots” sebagaimana opini public yang telah kami putar balikan keraguannya terhadap Air India. Storytelling berjalan dengan tambahan media online yang juga kami laksanakan seperti akun facebook dan twitter sebagai pelengkap, agar eksistensi dan informasi Air India dapat terus ditemukan dan dipahami secara positif.





MONITOR AND EVALUATION
Setelah kita mengetahui background permasalahan dan cara mengatasinya,pada bagian monitoring ini kita memantau seberapa besar keberhasilan dari strategi yang di pakai.
Memanfaatkan stimulate negative yang ada,dengan turning point,maka image dari air india akan terselamatkan untuk masa-masa awal krisis.Pada tahap berikutnya,strategi search dimana pihak air india bekerja sama dengan pihak luar yang terkait dan mengkoreksi ke dalama air india itu sendiri,sehingga akan terjadi perubahan signifikan yang berdampak positif untuk image air india.Tahap berikutnya yaitu transform,dimana kita mulai membuat public opinion mengenai pilot jas merah sebagai pilot terpercaya,pada strategi ini akan sangat baik pencapainanya,karena kedepanya air india akan sangat di terpercaya di banding competitor lainnya.Recognize ,pengenalan jas merah ini sendiri akan di bantu dengan pihak bollywood,sehingga akan sangat mengena di hati masyarakat,di pastikan ini akan sukses,di iringi dengan perubahan tag line.. Air India, Fly with safe pilots.Inspire,dengan menonjolkan cerita dengan nilai tanggung jawab yang besar,hal ini akan selalu di kenang di hati masyarakat ,strategi ini akan berhasil mengubah image air india.Keseluruhan strategi setelah di evaluasi memberikan dampak positif bagi air india Dallam mengembalikan citra dan mendapat kepercayaan di hati masyarakat. Strategy berjalan baik sesuai kebutuhan,sehingga dengan optimis dapat mengembalikan citra positif AIR INDIA dan segera mendapatkan tempat di hati masyarakat dalam memilih jasa penerbangan





Senin, 22 November 2010

Investasi untuk Yayan

yayan (garis merah) bersama teman temannya
.Biaya pendidikan sekarang ini tidak murah lagi karena dilihat dari penghasilan rakyat Indonesia setiap harinya. Mahalnya biaya pendidikan tidak hanya pendidikan di perguruan tinggi melainkan juga biaya pendidikan di sekolah dasar sampai sekolah menengah keatas walaupun sekarang ini sekolah sudah mendapat Bantuan Operasional Sekolah (BOS) semuanya masih belum mencukupi biaya pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu. ,  Banyak anak yang putus sekolah karena orng tua tidak mampu untuk menyekolahkan anaknya. Mari kita lihat si yayan, anak yatim kelas 6 sd yang memenangi lomba matematika sekecamatan jasinga - Bogor tetapi tidak bisa melanjutkan sekolah direnakan tidak mempunyai biaya. kaerna itulah kami mmembuat gerakan " investasi untuk Yayan "

Review - The Social Nerwork Movie

Puluhan film telah dibuat tentang kisah pribadi seorang besar, tapi hanya sedikit yang bisa menyisakan ingatan. 'The Social Network' merupakan salah satunya.

'The Social Network' merupakan film untuk generasi digital abad ini. Dibuat berdasarkan buku berjudul 'The Accidental Billionares' karya Ben Mezrich, film ini menyajikan sebuah dramatisasi dari kisah pendiri situs jejaring sosial Facebook, Mark Zuckerberg yang telah menjadi jutawan saat berusia 25 tahun. Mark dalam film yang disutradarai David Fincher ini masih berusia 19 tahun, seorang mahasiswa tahun kedua Universitas Harvard yang tampak canggung, kaku, disfungsional secara sosial namun brilian.

Adegan pembuka film ini berlangsung di sebuah bar yang ramai. Mark (yang dimainkan secara luar biasa oleh Jesse Eisenberg) sedang berkencan dengan seorang mahasiswi Universitas Boston (beberapa tingkat lebih rendah daripada Harvard), Erica yang kelak menghancurkannya. Kecepatan berpikir Mark jauh melampaui kecepatan bicaranya. Ia lulus SAT (ujian masuk perguruan tinggi) dengan nilai penuh 1600 dan ia mengatakan bahwa Erica tidak perlu belajar karena ia kuliah di Universitas Boston (dan bukan di Harvard).

Erica marah dan memutuskannya. Mark yang sangat kecewa dan sedih berlari menuju asramanya di kampus Harvard dan mulai mencuri profil serta gambar-gambar gadis-gadis Harvard yang ada di jaringan internal universitas, dan membuat kontes perbandingan cewek mana yang lebih cantik dan lebih seksi. Ia menamainya FaceMash yang membuatnya hampir dipecat dari Harvard. 

Setelah percobaannya dengan FaceMash, dibantu teman programmer-nya, Dustin Moskovits ia membangun sebuah sistem di mana orang bisa melihat profil temannya, membagi informasi pribadi dan lain sebagainya. Dalam proses ini, teman sekamar Mark, Eduardo Saverin (diperankan dengan keterampilan akting yang mengesankan oleh Andrew Garfield) yang praktis merupakan satu-satunya teman baik yang ia miliki, menanamkan modal untuk pendirian dan operasional The Facebook di tahap-tahap awal.

Keberhasilan Mark membangun situs internal pertukaran profil dan Facemash di Harvard dilirik oleh tiga mahasiswa kaya, si kembar Cameron dan Tyler Winklevoss (keduanya diperankan oleh aktor yang sama, Armie Hammer) yang merupakan atlet dayung, sebuah olahraga bergengsi di universitas-universitas bergengsi, dan Divya Narendra, seorang mahasiswa matematika aplikatif. Ketiganya memiliki gagasan untuk membangun situs perjodohan di Harvard, bernama Harvard Connection.
Mereka meminta Mark menjadi programmer-nya dan Mark setuju. Namun pada akhirnya, ia tidak jadi bekerja untuk ketiga orang itu, justru membangun perusahaannya sendiri bersama Eduardo yang banyak menangani aspek keuangan dan bisnis The Facebook. Kerjasama yang tampaknya akan berhasil ini berubah menjadi pertikaian dengan tebusan mahal.

Mark dan Eduardo bertemu Sean Parker (diperankan dengan ciamik oleh Justin Timberlake), sang pendiri Napster yang digambarkan memiliki pengaruh buruk bagi Mark. Atas saran Sean juga, Mark memutuskan memindahkan bisnisnya ke Palo Alto, California dan menjadikan The Facebook menjadi Facebook yang kita kenal sekarang. Eduardo yang tidak menyukai keterlibatan Sean, dengan segala kerja keras dan kejujurannya tertinggal di Harvard dan berubah menjadi 'musuh' yang kelak menuntut Mark di pengadilan perdata atas kontribusinya terhadap pendirian Facebook.

Penulis skenario film ini, Aaron Sorkin menceritakan sebagian besar kisah Mark Zuckerberg dengan flashback, dengan perdebatan antarpengacara di dalam ruang negosiasi menduduki posisi penting. Drama ruang persidangan yang mengandalkan akting dari para tokoh membuat film ini mengalir bagaikan thriller tentang ambisi, kecemburuan, persahabatan, dan keserakahan.

David Fincher ('Fight Club', 'Panic Room') yang biasanya gemar dengan kelihaian visual, macam tata sinematografi yang cair dan bergerak bebas, kini berfokus untuk menggarap akting dan cerita. Meski begitu, dialog-dialog yang ditulis secara cerdas oleh Sorkin mendapatkan eksekusi visual yang tetap memadai. Bahkan kadang di beberapa bagian, terutama kala pertandingan dayung di Thames, David Fincher dan sinematografer Jeff Cronenweth yang bekerja dengan teknologi digital (bukan seluloid) mampu menampilkan kelihaiannya mengatur fokus gambar. 
Aspek pencahayaan dan musik juga menjadi perhatian penting David Fincher. Dengan pendekatan cahaya yang ekspresionistik (kontras terang-gelap yang besar), David Fincher berhasil menggambarkan atmosfer Harvard yang sangat dingin, dan juga karakter Mark Zuckerberg yang tak hanya paranoid tapi juga cenderung anti-sosial. Penggambaran karakter Mark yang juga cenderung sangat sederhana namun mengena terlihat dalam adegan-adegan ketika Mark yang tidak banyak tertarik dengan hal-hal lain di luar dirinya, berada di depan komputer, kadang dengan wajah penuh konsentrasi, kadang dengan raut muka kosong.

Film ini bukanlah dongeng moral tentang baik dan buruk, pahlawan atau pecundang. Dalam film ini, Mark Zuckerberg tidak digambarkan sebagai seorang yang penuh dengan ambisi kekuasaan untuk menghancurkan musuh-musuhnya dan meninggalkan kawan-kawannya. Seperti yang dikatakan Erica dan diulangi oleh pengacara perempuan di sidangnya, ia hanyalah orang yang menjengkelkan.

Dalam diskursus film seperti ini, pertanyaan apakah film mampu menyamai atau meniru realitas tidak lagi penting. Meski lebih banyak diceritakan dengan sudut pandang Eduardo, film ini mampu memberikan dimensi lain pada kepribadian Mark Zuckerberg yang kompleks. Yang paling menarik tentu saja, bahwa orang yang memiliki ambisi untuk membuat dunia yang lebih terbuka, dunia yang lebih terhubung secara sosial justru adalah orang-orang yang tidak mampu hidup secara sosial.

Persoalannya bukanlah bahwa Mark Zuckerberg dan Sean Parker membuat sesuatu yang besar seperti Facebook sebagai sebuah pelarian setelah diputuskan oleh pacar-pacar perempuannya. Melainkan, bagaimana ambisi orang-orang seperti Mark dan Sean menjadi bagian dari klub elit yang didefinisikan oleh 'sosial' telah mendorong mereka untuk menjadi pahlawan yang berakhir dengan tragis: tak punya kawan, tak bisa mendapatkan cinta.  



Source (Veronika Kusumaryati, belajar di Departemen Kajian Film Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta. Ia adalah salah seorang pendiri Klub Kajian Film IKJ. Kini bekerja sebagai kurator film.)

Senin, 01 November 2010

Pesta Blogger + 2010

Hujan deras mengguyur Jakarta di akhir pekan ini tepatnya pada tanggal 30 - 10 - 2011 . Namun hal tersebut tak menyurutkan semangat sekitar 1.500 penggiat dan peminat dunia online untuk meramaikan perhelatan Pesta Blogger + 2010 yang bertempat di epicentrum walk - kuningan - Jakarta. Yang menarik dari pesta blogger kali ini, dikatakan Ketua Panitia Pesta Blogger + 2010 Irayani Queencyputri atau akrab disapa Rara adalah, tak hanya dimeriahkan oleh blogger saja.

"Tahun ini, tanda + menandakan bahwa Pesta Blogger kali ini tak hanya menjadi ajang temu nasional bagi para blogger saja, tapi untuk semua penggiat dunia online dari berbagai platform," ujar Rara, saat membuka acara pesta blogger. Tak heran, acara ini dihadiri pula oleh Facebooker, Koproler, Kaskuser, komunitas online lainnya, rapper: Saykoji, celeb blogger: panji, dedengkot blogger: wicaksono, Director Maverick: Mr. Ong, bahkan Mentri pendidikan Bapak Muhammad nuh pun ikut hadir dalam acara pesta blogger + 2010,,,

foto ane bareng si panji

MENDIKNAS - Bapak.  M.Nuh



ane n Mr. Ong. - Director of Maverick



ane bareng blogger semarang



Rara juga menyebutkan, acara ini akan sekaligus menggalang dana bagi korban bencana alam di Wasior, Mentawai dan Yogyakarta.

Selain merayakan keragaman, Pesta Blogger + 2010 mengajak para pesertanya untuk berbagi dan peduli kepada korban bencana di Indonesia. Salah satunya penggalangan dana lewat sampah kering dan barang bekas.

"Kami, panitia pesta blogger, menyatakan keprihatinan atas segala musibah yang secara beruntun menimpa tanah air kita. Dari banjir, kecelakaan transportasi, tsunami, hingga gunung meletus. Semuanya butuh uluran tangan kita," tulis keterangan yang ane kutip dari blog pestablogger.

Karenanya, pada pesta blogger yang digelar Sabtu , panitia mengajak semua peserta, blogger dan onliner, atau siapapun saja, untuk peduli dan berbagi. Panitia telah menyiapkan kotak amal untuk menghimpun sumbangan di pintu masuk.

Adapun sumbangan yang dihimpun tidak hanya berupa uang, tapi juga sampah kering dan barang bekas yang bisa dibawa dan diserahkan di tempat drop-off sampah. Berikut adalah jenis-jenisnya.

SAKE (sampah kering):


  • Sampah kertas (Koran, majalah, kertas hvs, brosur, poster, brosur, karton, kardus, amplop, kuitansi)
  • Sampah plastik (botol atau gelas air kemasan, botol bekas minyak goreng, tutup air gallon 19 liter, kantong plastik PP/PE/HD. Kantong kresek tidak termasuk.)
  • Sampah Tetra Pak (kardus bekas minuman kotak atau santan)
  • Sampah kaleng (bekas minuman, biskuit, sarden/kornet, cat, oli)
  • Besi bekas (termasuk mobil bekas :-) )
  • Sampah elektronik (hanya batu baterai, ponsel yg tak bs digunakan lagi, baterai ponsel dan baterai notebook. Tidak menerima sampah lain selain ini).
  • Tidak terima sampah kantong kresek dan styrofoam.

BABE (barang bekas yang masih baik):


Barang apa pun yang masih bagus dan bisa digunakan, seperti perlengkapan sekolah, buku bacaan, pakaian (baju, tas, sepatu), asesoris perempuan, mainan yang masih berfungsi, alat elektronik, CD/VCD/DVD yg dlm kondisi baik.


"Barang-barang itu nantinya akan dijual kembali, kemudian hasilnya akan dialokasikan ke bencana mentawai dan merapi," ujar Irayani Queencyputri, selaku ketua Pesta Blogger + 2010.

Jadi, mari menyumbang. Tak bawa uang sampah pun boleh. Bahkan dengan sampah, kita bisa tetap berbagi.

ane lagi kopi darat ama blogger yg ane kenal sehari sebelum pb 2010

Rabu, 13 Oktober 2010

pesona Jakarta di malam hari

Kegemerlapan Jakarta adalah cermin kepahitan yang gagal diredamnya.
Barangkali sudah waktunya menyadari, Jakarta bukanlah kota gemerlapan seperti yang ditampilkan oleh kemasan media massa. Segitiga Emas hanyalah suatu kavling terbatas, sisanya adalah keremangan yang sia-sia berusaha mempertahankan mimpi dengan kegemerlapan semu. Kafe-kafe memang tertata dengan nyaman, dengan nama makanan yang susah diucapkan dan gaya para pemakan yang menguji coba table manner ajaran majalah-majalah gaya hidup; tetapi gang-gang di belakangnya tidak menyembunyikan bau got yang mampet, dan nasib orang-orang di sekitarnya yang juga mampet. Para ekonom sering berkata betapa krisis sudah lewat, tapi itu hanya perhitungan angka.
Jakarta tidak gemerlapan, Jakarta itu kelam, dan semakin kelam, begitula kira kira sebagian besar pendapat warga jakarta tentang kota tercintanya..
Tetapi tahukah anda bahwa  jakarta begitu indah dimalam hari ????